Perbedaan SBR, ORI dan Sukuk

Posted : 15 Sep 2019 Ekonomi, Investasi, Keuangan Last Updated : 15 Sep 2019

Perbedaan SBR, ORI dan Sukuk – Pemerintah menerbitkan beberapa instrumen pembiayaan dalam bentuk surat hutang / obligasi. Penerbitan surat hutang oleh pemerintah di lakukan untuk menutup defisit keuangan yang di alami. Defisit ini terjadi karena biaya untuk melakukan pembangunan lebih besar dari pada anggaran yang ada.

Perbedaan SBR, ORI dan Sukuk
Perbedaan SBR, ORI dan Sukuk

Surat hutang ini dapat di gunakan sebagai salah satu instrumen pendapatan tetap (fixed income) bagi para investor baik bagi investor ritel maupun institusi. Imbal balik (bunga) dari instrumen ini juga relatif stabil, apalagi imbal baliknya di jamin oleh pemerintah.

Nah supaya tidak bingung kali ini saya akan share mengenai perbedaan SBR, ORI dan Sukuk. Supaya Anda tidak salah dalam memilih instrumen investasi.

SBR (Saving Bond Retail)

SBR atau saving bond retail merupakan surat hutang yang di terbitkan oleh pemerintah yang sifatnya seperti tabungan karena jenis ini tidak dapat di pindah tangankan / perdagangkan di pasar sekunder. Saving bond retail hanya dapat di beli pada saat masa penawaran dan tidak dapat di jual, namun ada fasilitas early redemption (pencairan awal).
Adapun tenor dari saving bond retail juga relatif pendek. Biasanya hanya 24 bulan (2 tahun). Sedangkan untuk imbalanya mengikuti sistem floating floor (bunga minimum) yang besarnya di dasarkan pada bunga acuan Bank Indonesia.

ORI (Obligasi Retail Indonesia)

ORI (Obligasi Retail Indonesia) merupakan surat hutang yang di terbitkan oleh negara dan mirip dengan SBR (saving bond retail), namun ORI dapat di perjual belikan di pasar sekunder (tidak seperti SBR yang hanya dapat di jual saat jatuh tempo). Seperti SBR, ORI juga memiliki sistem floating floor(bunga minimum) yang mengikuti bunga acuan yang di tetapkan oleh Bank Indonesia.

Sukuk

Sukuk merupakan instrumen hutang yang mirip dengan SBR maupun ORI namun berbasis syariah.*
Secara umum sukuk di bagi 2 yaitu sukuk retail dan sukuk tabungan.
Sukuk retail sifatnya mirip dengan ORI (obligasi retail Indonesia) yakni dapat di perdagangkan di pasar sekunder.
Sedangkan sukuk tabungan secara sifat mirip dengan SBR (saving bond retail) yakni tidak dapat di perdagangkan. Adapun untuk bunga mengikuti sistem floating floor dengan mengikuti bunga acuan Bank Indonesia.

Melihat sifat dari ketiga surat hutang di atas cukup baik untuk di jadikan salah satu media investasi. Terkait kehalalan, DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia) memberikan catatan bolehnya berinvestasi di Sukuk (hanya sukuk). Namun terkait kehalalan ini semua kembali pada individu masing-masing.

*: https://www.kemenkeu.go.id/media/13041/kesesuaian-syariah-st005.pdf

Leave a reply