Jenis-Jenis Dividen

Posted : 25 Dec 2019 Ekonomi, Investasi Last Updated : 25 Dec 2019

Jenis-Jenis Dividen – Dividen merupakan bagi hasil atau keuntungan dari sebuah perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Pembagian ini sesuai dengan kesepakatan dengan para pemegang saham.

Jenis-jenis dividen dan pembagianya
Jenis-jenis dividen dan pembagianya

Tidak semua perusahaan, meskipun memiliki keuntungan finansial, melakukan pembagian saham. Alasanya adalah keuntungan yang ada dapat di gunakan untuk hal lain seperti ekspansi perusahaan, keperluan riset produk baru dan untuk membiayai kepentingan bisnis lainya.

Jika Anda pemegang saham atau hendak membeli saham ada baiknya mengetahui jenis-jenis dividen karena berkaitan dengan perhitungan untung-rugi dalam investasi pada instrumen saham.

Dividen Tunai

Dividen tunai merupakan dividen yang pembayaranya di lakukan secara tunai. Tunai dalam artian di bayarkan dalam bentuk uang. Dividen jenis ini cenderung lebih di sukai oleh para investor (termasuk saya).

Dividen Saham

Jenis dividen berikutnya adalah dividen saham. Tidak seperti dividen tunai yang di bayarkan dalam bentuk uang, dalam dividen saham yang di bagikan kepada para investor adalah saham perusahaan. Para investor akan mendapatkan saham tambahan ke dalam portofolionya.

Dividen Property

Dividen yang lain adalah dividen property. Sebenarnya perusahaan sangat jarang membagikan dividen dalam bentuk property. Selain prosesnya rumit, perusahaan yang membagikan dividen dalam bentuk property juga mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut kekurangan kas. Di samping itu investor juga kurang menyukai jenis dividen ini.

Dividen Skrip

Dividen skrip adalah jenis dividen yang di terbitkan perusahaan berupa skrip yang menyatakan perusahaan akan membayar dividen kepada investornya dalam jangka waktu tertentu. Seperti dividen property, jenis dividen ini juga menandakan bahwa perusahaan sedang dalam kesulitan keuangan.

Dividen Likuiditas

Jenis dividen terakhir adalah dividen likuiditas. Dividen likuiditas di dapat dari penjualan atau likuidasi perusahaan yang sudah kolaps / bangkrut. Dalam skenario terburuk saat perusahaan bangkrut atau pailit pengadilan akan menjual aset yang tersisa setelah di kurangi obligasi / hutang yang di miliki oleh perusahaan. Hasil penjualan ini yang kemudian di bagikan kepada para pemegang sahamnya.

Bagi Anda yang ingin membeli atau berinvestasi di instrumen investasi saham ada baiknya ada melihat beberapa parameter seperti PER (price earning ration), EPS (earning per share) dan dividen.

Leave a reply